
Bisnis minyak jelantah sedang booming — tapi apakah usaha Anda sudah legal? Banyak pengusaha jelantah beroperasi tanpa izin yang benar, dan ini bisa berujung pada denda, penyitaan barang, bahkan penutupan usaha. Artikel ini akan membahas semua aspek legalitas yang perlu Anda ketahui.
Kabar baiknya, mengurus legalitas bisnis minyak jelantah tidak serumit yang Anda bayangkan. Dengan panduan langkah demi langkah berikut, Anda bisa memastikan usaha berjalan sesuai regulasi — dan justru menjadi keunggulan kompetitif yang membedakan Anda dari pengepul abal-abal.
Banyak pengusaha jelantah berpikir, “Ini kan cuma ngumpulin minyak bekas, ngapain pakai izin?” Pemikiran ini bisa berbahaya. Berikut alasan mengapa legalitas bukan opsional, tapi keharusan:
“Investasi legalitas di awal mungkin terasa berat, tapi ini adalah fondasi yang membuat bisnis Anda bisa bertumbuh tanpa batas. Tanpa izin, bisnis Anda selalu punya plafon yang tidak bisa ditembus.”
Berikut daftar lengkap perizinan yang dibutuhkan untuk bisnis minyak jelantah. Urutan pengurusan dimulai dari yang paling dasar.
NIB adalah identitas dasar pelaku usaha yang diterbitkan melalui sistem OSS (Online Single Submission). Ini adalah langkah pertama sebelum mengurus izin lainnya.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Platform pengurusan | OSS RBA (Risk Based Approach) — oss.go.id |
| Biaya | GRATIS |
| Waktu pengurusan | 1-3 hari kerja (online) |
| Masa berlaku | Selama usaha beroperasi |
| KBLI yang relevan | 38302 — Recovery material dari sampah khusus (termasuk UCO) |
Sejak berlakunya sistem OSS RBA, izin usaha perdagangan sudah terintegrasi dengan NIB. Anda tidak perlu mengurus SIUP secara terpisah — izin ini otomatis terbit bersama NIB berdasarkan tingkat risiko usaha.
| Skala Usaha | Volume/Bulan | Tingkat Risiko | Persyaratan |
|---|---|---|---|
| Mikro | <1.000 liter | Rendah | NIB saja (self-declare) |
| Kecil | 1.000-5.000 liter | Menengah Rendah | NIB + Sertifikat Standar |
| Menengah | 5.000-20.000 liter | Menengah Tinggi | NIB + Sertifikat Standar + Izin Operasional |
| Besar | >20.000 liter | Tinggi | NIB + Izin Lengkap + Inspeksi lapangan |
Catatan: Untuk skala mikro dan kecil, proses cukup sederhana dan bisa dilakukan sendiri secara online. Untuk skala menengah ke atas, sebaiknya konsultasikan dengan jasa perizinan profesional.
Minyak jelantah / Used Cooking Oil (UCO) diklasifikasikan sebagai limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun) berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021. Jika Anda mengumpulkan dalam volume signifikan, izin pengumpulan limbah B3 diperlukan.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Dasar hukum | PP No. 22 Tahun 2021 tentang Pengelolaan Limbah B3 |
| Instansi penerbit | Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten/kota |
| Biaya | Rp 500.000 – 2.000.000 (tergantung daerah) |
| Waktu pengurusan | 14-30 hari kerja |
| Masa berlaku | 5 tahun (bisa diperpanjang) |
Jika Anda mengangkut minyak jelantah menggunakan kendaraan sendiri dalam volume besar (biasanya menggunakan truk/pickup komersial), izin pengangkutan limbah B3 diperlukan.
| Aspek | Detail |
|---|---|
| Dasar hukum | PP No. 22 Tahun 2021; Permen LHK No. 6 Tahun 2021 |
| Instansi penerbit | Kementerian LHK (untuk lintas provinsi) atau DLH Provinsi (dalam provinsi) |
| Biaya | Rp 1.000.000 – 5.000.000 |
| Waktu pengurusan | 30-60 hari kerja |
| Masa berlaku | 5 tahun |
Jika Anda masih skala kecil (menggunakan motor atau mobil pribadi dengan volume <200 liter per trip), izin pengangkutan formal biasanya belum diwajibkan secara ketat. Namun, tetap pastikan Anda membawa dokumen pendukung (NIB, surat kerjasama dengan pembeli) dan mengangkut dengan aman.
NPWP usaha diperlukan untuk pelaporan pajak dan menjadi syarat berbagai perizinan lainnya. Jika usaha masih perorangan, NPWP pribadi sudah cukup. Untuk PT/CV, perlu NPWP badan usaha.
| Jenis Pajak | Tarif | Keterangan |
|---|---|---|
| PPh Final UMKM | 0,5% dari omzet bruto | Untuk omzet di bawah Rp 4,8 miliar/tahun |
| PPN | 11% | Wajib jika omzet >Rp 4,8 miliar/tahun (PKP) |
| Pajak Daerah | Bervariasi | Tergantung perda masing-masing daerah |
Selain izin utama di atas, beberapa izin tambahan mungkin diperlukan tergantung skala operasi dan lokasi usaha Anda.
| Izin | Diperlukan Jika | Instansi | Biaya Estimasi |
|---|---|---|---|
| IMB/PBG (Persetujuan Bangunan Gedung) | Bangun/renovasi gudang penyimpanan | Dinas PUPR / DPMPTSP | Rp 1-5 juta |
| Izin Gangguan (HO) | Usaha di area pemukiman (beberapa daerah masih berlaku) | Kelurahan / Kecamatan | Rp 200.000 – 1.000.000 |
| Izin Trayek/Operasional Kendaraan | Kendaraan angkut beroperasi lintas kota | Dinas Perhubungan | Rp 500.000 – 2.000.000 |
| Surat Keterangan Domisili Usaha | Beberapa daerah masih mensyaratkan | Kelurahan | Rp 50.000 – 200.000 |
| ISPO (Indonesian Sustainable Palm Oil) | Ekspor UCO ke pasar Eropa | Kementan / lembaga sertifikasi | Rp 10-50 juta |
Bisnis minyak jelantah berkaitan langsung dengan pengelolaan limbah, sehingga regulasi lingkungan menjadi aspek penting yang harus dipahami.
Minyak jelantah (Used Cooking Oil / UCO) memiliki klasifikasi unik dalam regulasi Indonesia. Pemahaman ini penting agar Anda tahu persis aturan mana yang berlaku.
Berikut regulasi utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang mengatur bisnis minyak jelantah:
| Regulasi | Tentang | Relevansi untuk Bisnis Jelantah |
|---|---|---|
| PP No. 22 Tahun 2021 | Pengelolaan dan Perlindungan Lingkungan Hidup | Dasar hukum pengelolaan limbah B3 termasuk UCO |
| Permen LHK No. 6 Tahun 2021 | Tata Cara dan Persyaratan Pengelolaan Limbah B3 | Prosedur pengumpulan, penyimpanan, pengangkutan limbah B3 |
| Permen LHK No. 14 Tahun 2013 | Simbol dan Label Limbah B3 | Ketentuan pelabelan wadah dan kendaraan angkut |
| Perpres No. 35 Tahun 2018 | Percepatan Pembangunan Instalasi Pengolah Sampah | Mendukung pemanfaatan limbah termasuk UCO |
| Permen ESDM No. 12 Tahun 2015 | Biodiesel Pencampuran Bahan Bakar Minyak | Regulasi biodiesel yang mendorong permintaan UCO |
Setiap usaha yang berpotensi berdampak pada lingkungan wajib memiliki dokumen lingkungan. Jenis dokumen tergantung pada skala usaha.
| Skala Usaha | Dokumen yang Dibutuhkan | Proses | Biaya Estimasi |
|---|---|---|---|
| Mikro & Kecil (<5.000 L/bulan) | SPPL (Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan) | Self-declare, diketahui lurah/camat | Gratis – Rp 200.000 |
| Menengah (5.000-20.000 L/bulan) | UKL-UPL (Upaya Pengelolaan dan Pemantauan Lingkungan) | Disusun sendiri/konsultan, disetujui DLH | Rp 3-10 juta |
| Besar (>20.000 L/bulan) | AMDAL (Analisis Mengenai Dampak Lingkungan) | Wajib konsultan AMDAL bersertifikasi | Rp 50-200 juta |
Untuk kebanyakan pengusaha jelantah pemula, SPPL sudah cukup dan prosesnya sangat mudah.
Setelah izin terbit, ada kewajiban pelaporan yang harus dipenuhi secara berkala:
| Jenis Laporan | Frekuensi | Ditujukan Kepada | Isi Laporan |
|---|---|---|---|
| Laporan pengelolaan limbah B3 | Triwulan (per 3 bulan) | DLH Kabupaten/Kota | Volume dikumpulkan, disimpan, disalurkan; manifest pengangkutan |
| Laporan pemantauan lingkungan (UKL-UPL) | Semester (per 6 bulan) | DLH Kabupaten/Kota | Hasil pemantauan sesuai UKL-UPL |
| Laporan pajak | Bulanan & Tahunan | KPP (Kantor Pajak) | SPT Masa dan SPT Tahunan |
Kualitas minyak jelantah yang Anda jual memengaruhi harga dan penerimaan di pasar. Memahami standar kualitas membantu Anda menjamin produk yang konsisten dan bernilai jual tinggi.
Saat ini, belum ada SNI spesifik untuk UCO sebagai komoditas dagang. Namun, ada beberapa standar referensi yang digunakan oleh industri:
| Standar | Keterangan | Relevansi |
|---|---|---|
| SNI 7182:2015 | Biodiesel | Standar produk akhir — menjadi acuan kualitas UCO yang diterima pabrik |
| EN 14214 | European Standard for Biodiesel | Standar internasional — digunakan jika UCO diekspor ke Eropa |
| ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) | Sertifikasi keberlanjutan | Diperlukan untuk ekspor UCO ke pasar premium Eropa |
| Standar internal pabrik | Setiap pabrik biodiesel punya spesifikasi sendiri | Parameter kualitas yang harus dipenuhi untuk diterima |
Pabrik biodiesel dan pembeli besar menguji beberapa parameter kualitas sebelum menerima minyak jelantah. Memahami parameter ini membantu Anda menjaga kualitas dan mendapat harga terbaik.
| Parameter | Singkatan | Batas Ideal | Cara Pengecekan Sederhana |
|---|---|---|---|
| Free Fatty Acid (Asam Lemak Bebas) | FFA | <5% (grade A) | 5-10% (grade B) | Tes lab / kit FFA sederhana |
| Moisture & Impurities (Kadar Air & Kotoran) | M&I | <1% (ideal) | <3% (masih diterima) | Pemanasan — jika berbuih/letupan = air tinggi |
| Warna | – | Kuning kecoklatan (grade A) | Coklat gelap (grade B) | Visual — bandingkan dengan sampel referensi |
| Bau | – | Tengik ringan (normal) | Busuk (ditolak) | Penciuman langsung |
| Kontaminasi bahan asing | – | Tidak ada (0%) | Visual dan penciuman — oli, bahan kimia terdeteksi dari bau |
| Iodine Value (Bilangan Iod) | IV | Tergantung jenis minyak (umumnya 80-120) | Tes lab |
| Saponification Value | SV | 180-200 | Tes lab |
| Grade | FFA | M&I | Warna | Harga Relatif |
|---|---|---|---|---|
| Grade A (Premium) | <5% | <1% | Kuning kecoklatan | 100% (harga tertinggi) |
| Grade B (Standar) | 5-10% | 1-3% | Coklat | 85-95% |
| Grade C (Low) | 10-15% | 3-5% | Coklat gelap | 70-85% |
| Rejected | >15% atau terkontaminasi | >5% | Hitam | DITOLAK |
Pelajari lebih detail tentang ciri minyak jelantah berkualitas yang diterima pengepul.
Untuk meningkatkan nilai jual dan membuka akses pasar yang lebih luas, pertimbangkan sertifikasi berikut:
| Sertifikasi | Manfaat | Biaya Estimasi | Cocok untuk Skala |
|---|---|---|---|
| ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) | Akses pasar ekspor Eropa, harga premium | Rp 50-150 juta | Besar (>50.000 L/bulan) |
| PROPER (Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan LH) | Rating lingkungan dari KLHK, meningkatkan reputasi | Gratis (penilaian oleh KLHK) | Menengah ke atas |
| ISO 14001 | Sistem manajemen lingkungan internasional | Rp 30-100 juta | Besar |
| Sertifikasi halal | Jaminan UCO berasal dari minyak nabati halal | Rp 5-15 juta | Menengah ke atas (untuk pasar tertentu) |
Berikut urutan yang direkomendasikan untuk mengurus legalitas bisnis minyak jelantah dari nol:
Panduan langkah awal memulai bisnis: cara memulai bisnis minyak jelantah.
Berikut rangkuman biaya yang dibutuhkan untuk mengurus legalitas berdasarkan skala usaha:
| Item | Biaya | Keterangan |
|---|---|---|
| NIB (via OSS) | Gratis | Online, self-service |
| NPWP | Gratis | Online atau di KPP |
| SPPL | Rp 0 – 200.000 | Tergantung kelurahan |
| Izin pengumpulan limbah B3 | Rp 500.000 – 2.000.000 | Di DLH kabupaten/kota |
| Fasilitas penyimpanan dasar | Rp 1.000.000 – 3.000.000 | Lantai kedap, atap, bak tumpahan |
| TOTAL | Rp 1.500.000 – 5.200.000 |
| Item | Biaya |
|---|---|
| Semua item skala kecil | Rp 1.500.000 – 5.200.000 |
| UKL-UPL | Rp 3.000.000 – 10.000.000 |
| Izin pengangkutan | Rp 1.000.000 – 5.000.000 |
| Fasilitas penyimpanan standar | Rp 5.000.000 – 15.000.000 |
| TOTAL | Rp 10.500.000 – 35.200.000 |
| Item | Biaya |
|---|---|
| Semua item skala menengah | Rp 10.500.000 – 35.200.000 |
| AMDAL | Rp 50.000.000 – 200.000.000 |
| Fasilitas penyimpanan besar | Rp 50.000.000 – 200.000.000 |
| Sertifikasi ISCC (jika ekspor) | Rp 50.000.000 – 150.000.000 |
| TOTAL | Rp 160.500.000 – 585.200.000 |
Biaya legalitas ini adalah investasi, bukan beban. Rincian modal lengkap termasuk biaya legalitas bisa dilihat di modal bisnis minyak jelantah.
Apa yang terjadi jika Anda menjalankan bisnis minyak jelantah tanpa izin yang benar?
| Pelanggaran | Dasar Hukum | Sanksi |
|---|---|---|
| Usaha tanpa NIB | UU Cipta Kerja No. 11/2020 | Peringatan tertulis, penghentian sementara, denda administratif |
| Mengelola limbah B3 tanpa izin | UU PPLH No. 32/2009 Pasal 102 | Pidana penjara 1-3 tahun dan/atau denda Rp 1-3 miliar |
| Pencemaran lingkungan | UU PPLH No. 32/2009 Pasal 98-99 | Pidana penjara 3-10 tahun dan denda Rp 3-10 miliar |
| Tidak melapor pajak | UU KUP No. 28/2007 | Denda, bunga, hingga pidana |
Pelajari kendala lain yang sering dihadapi di kendala bisnis minyak jelantah.
Ya, minimal NIB dan NPWP. Untuk skala kecil (kurang dari 5.000 liter/bulan), NIB, NPWP, dan SPPL sudah cukup untuk beroperasi secara legal. Izin pengumpulan limbah B3 sangat direkomendasikan meskipun tidak selalu diawasi ketat untuk skala mikro.
Untuk skala kecil, total biaya legalitas berkisar Rp 1,5 – 5 juta (termasuk fasilitas penyimpanan dasar). NIB dan NPWP gratis, SPPL Rp 0-200 ribu, dan izin pengumpulan limbah B3 Rp 500 ribu – 2 juta. Untuk skala menengah, budget Rp 10-35 juta. Skala besar bisa Rp 160-585 juta.
KBLI 38302 adalah kode Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia untuk kegiatan “Recovery material dari sampah khusus”, yang mencakup pengumpulan dan pemanfaatan minyak jelantah (UCO). Kode ini digunakan saat mendaftarkan NIB di OSS dan menentukan klasifikasi izin usaha Anda.
Ya. Berdasarkan PP No. 22 Tahun 2021, minyak jelantah diklasifikasikan sebagai limbah B3 dari sumber tidak spesifik (kode B337-1) dengan sifat bahaya mudah terbakar. Namun, pengumpulan UCO untuk pemanfaatan (biodiesel) justru dianggap kegiatan positif yang didukung pemerintah.
Sanksi bervariasi dari peringatan tertulis hingga pidana penjara 1-3 tahun dan denda Rp 1-3 miliar (untuk pengelolaan limbah B3 tanpa izin berdasarkan UU PPLH No. 32/2009). Selain sanksi hukum, Anda juga tidak bisa menjual ke pembeli besar dan kehilangan banyak peluang bisnis.
Untuk ekspor UCO, Anda membutuhkan: (1) Semua izin usaha dasar (NIB, NPWP, izin limbah B3). (2) Sertifikasi ISCC (International Sustainability & Carbon Certification) — wajib untuk pasar Eropa. (3) ET (Eksportir Terdaftar) dari Kemendag. (4) Sertifikat asal barang (SKA). (5) Dokumen kepabeanan ekspor.
Untuk skala rumahan/mikro, cukup dengan SPPL (Surat Pernyataan Pengelolaan Lingkungan) yang dibuat sendiri dan diketahui lurah/camat. Proses pembuatannya mudah dan biayanya sangat terjangkau (Rp 0-200 ribu). AMDAL atau UKL-UPL tidak diperlukan untuk skala ini.
Langkah-langkahnya:
Proses ini memakan waktu 14-30 hari kerja.
Parameter utama yang diuji pembeli: (1) FFA (Free Fatty Acid) — idealnya di bawah 5%. (2) Moisture & Impurities — idealnya di bawah 1%. (3) Warna — kuning kecoklatan lebih baik daripada hitam pekat. (4) Bebas kontaminasi — tidak boleh tercampur oli, bahan kimia, atau bahan non-nabati. Pelajari selengkapnya di ciri minyak jelantah berkualitas.
Mengurus legalitas bisnis minyak jelantah memang butuh waktu dan biaya, tapi ini adalah investasi terpenting untuk keberlanjutan usaha Anda. Bisnis yang legal punya akses pasar lebih luas, kepercayaan lebih tinggi, dan fondasi yang kokoh untuk bertumbuh.
Mulai dari yang paling dasar: urus NIB + NPWP + SPPL hari ini juga. Setelah bisnis berjalan, lengkapi izin lainnya seiring pertumbuhan. Pelajari panduan lengkap di artikel pilar bisnis minyak jelantah, atau baca cara memulai bisnis minyak jelantah untuk panduan step-by-step dari nol.
Harga beli: Rp 7.500 – 8.000/liter
Jemput GRATIS minimal 20 liter
Bayar CASH langsung di tempat
Timbangan digital transparan
Usaha berizin dan terdaftar resmi
WhatsApp: 0812-9565-7833