Cara Memulai Bisnis Minyak Jelantah: Panduan Lengkap 2026

Ingin memulai bisnis minyak jelantah tapi bingung harus mulai dari mana? Wajar — bisnis ini memang masih tergolong niche dan informasinya belum banyak tersebar. Tapi justru di situlah peluangnya. Dengan permintaan biodiesel yang terus melonjak, bisnis pengumpulan minyak jelantah bisa menghasilkan Rp 5-30 juta per bulan bahkan untuk skala pemula.

Artikel ini akan memandu Anda **langkah demi langkah** — dari riset awal, persiapan modal, hingga mendapatkan pelanggan pertama. Tidak perlu pengalaman sebelumnya. Yang Anda butuhkan hanyalah tekad, strategi yang tepat, dan panduan yang benar.

Sebelum masuk ke langkah-langkahnya, pastikan Anda sudah memahami peluang bisnis minyak jelantah dan potensi keuntungannya.

Kenapa Bisnis Minyak Jelantah Layak Dipertimbangkan?

Sebelum memulai, Anda perlu tahu **mengapa** bisnis ini menjanjikan:

  • Bahan baku melimpah — Indonesia mengonsumsi 16+ juta ton minyak goreng per tahun
  • Demand tinggi — Kebutuhan biodiesel terus meningkat seiring program B35-B40
  • Kompetisi rendah — Belum banyak pengepul profesional di banyak daerah
  • Modal relatif kecil — Bisa mulai dari Rp 5-7 juta
  • Cash flow cepat — Pembayaran biasanya tunai atau maksimal 7 hari
  • Dampak lingkungan positif — Membantu mengurangi pencemaran
  • Margin menguntungkan — 40-60% per liter

Potensi Pasar Minyak Jelantah:

IndikatorData
Produksi minyak jelantah nasional3,8 juta liter/hari
Yang termanfaatkan~30%
Potensi belum tergarap2,6 juta liter/hari
Pertumbuhan demand biodiesel15-20% per tahun
Harga jual saat iniRp 7.500-8.000/liter

Untuk analisis lebih detail tentang potensi pasar, baca peluang bisnis minyak jelantah.

Step 1: Riset Pasar dan Kelayakan

⏱️ Waktu: 1-2 minggu
💰 Biaya: Rp 0 – 300.000 (transportasi survey)

Jangan langsung beli peralatan! Langkah pertama adalah **riset**. Banyak pemula gagal karena skip tahap ini.

Apa yang Harus Diriset?

1. Potensi Supply di Area Anda

  • Berapa banyak restoran, warteg, rumah makan di radius 10 km?
  • Apakah ada industri makanan (katering, pabrik kerupuk, hotel)?
  • Berapa jumlah rumah tangga yang bisa dijangkau?
  • Berapa estimasi volume minyak jelantah per hari/minggu?

2. Kompetisi

  • Sudah ada pengepul lain di area Anda?
  • Berapa harga beli mereka?
  • Bagaimana sistem pickup mereka?
  • Apa kekurangan layanan mereka yang bisa Anda perbaiki?

3. Pembeli Potensial

  • Siapa pengepul besar atau pabrik biodiesel terdekat?
  • Berapa harga jual yang mereka tawarkan?
  • Apa syarat minimum volume?
  • Bagaimana sistem pembayaran mereka?

Cara Melakukan Riset:

MetodeTarget InfoCara
Survey lapanganJumlah restoran & potensi supplyKeliling area, catat restoran & rumah makan
WawancaraVolume jelantah harian restoranTanya langsung pemilik restoran
Google MapsMapping kompetitor & pembeliCari “pengepul minyak jelantah” di area Anda
Online researchHarga pasar & tren industriCek harga minyak jelantah terbaru
KomunitasInsight dari pelakuGabung grup FB/WA pengepul jelantah

Template Estimasi Kelayakan:

Contoh Perhitungan Area Jakarta Barat:

Restoran kecil di area20 unit × 30L/bulan= 600 liter
Warteg15 unit × 15L/bulan= 225 liter
Rumah tangga50 rumah × 4L/bulan= 200 liter
Total Potensi1.025 liter/bulan
Margin per literRp 2.500
Proyeksi ProfitRp 2.562.500/bulan

✅ Indikator Area Layak:

  • Minimal 15-20 restoran/warung dalam radius 5 km
  • Kompetitor tidak lebih dari 2-3 pengepul
  • Ada pembeli dalam jarak <50 km
  • Proyeksi profit minimal Rp 1,5 juta/bulan

Jika angkanya masuk akal, lanjut ke step berikutnya!

Step 2: Pilih Model Bisnis

⏱️ Waktu: 3-5 hari
💰 Biaya: Rp 0

Ada beberapa model bisnis minyak jelantah yang bisa Anda pilih. Pilih yang sesuai dengan modal, waktu, dan target Anda.

Model 1: Pengepul Skala Kecil (Pemula)

📍 Target: Rumah tangga dan warung kecil di 1-2 kelurahan
💰 Modal: Rp 5-10 juta
📦 Volume: 500-1.000 liter/bulan
💵 Profit: Rp 1,5-3 juta/bulan
⚙️ Cocok untuk: Pemula yang baru mulai, masih punya kerjaan utama
🚗 Kendaraan: Motor biasa sudah cukup

Model 2: Pengepul Skala Menengah

📍 Target: Rumah tangga + restoran + warung di beberapa kecamatan
💰 Modal: Rp 15-30 juta
📦 Volume: 2.000-5.000 liter/bulan
💵 Profit: Rp 5-15 juta/bulan
⚙️ Cocok untuk: Yang sudah punya jaringan atau modal lebih besar
🚗 Kendaraan: Pickup/blind van

Model 3: Fokus B2B (Restoran & Industri)

📍 Target: Restoran, hotel, catering, pabrik makanan
💰 Modal: Rp 20-50 juta
📦 Volume: 5.000-10.000 liter/bulan
💵 Profit: Rp 12-30 juta/bulan
⚙️ Cocok untuk: Yang punya kendaraan pickup dan tim
🚗 Kendaraan: Pickup wajib

Model 4: Droppoint/Aggregator

📍 Konsep: Buka titik pengumpulan, masyarakat antar sendiri
💰 Modal: Rp 10-20 juta
📦 Volume: 1.000-3.000 liter/bulan
💵 Profit: Rp 3-9 juta/bulan
⚙️ Cocok untuk: Yang punya lokasi strategis (rumah di pinggir jalan)
🚗 Kendaraan: Opsional (hanya untuk delivery ke buyer)

💡 Rekomendasi untuk Pemula:

Mulai dengan Model 1 (Skala Kecil), fokus ke 1-2 kelurahan saja.

Keuntungan:

  • Modal terjangkau
  • Risiko rendah
  • Bisa sambil kerja
  • Belajar sistem bisnis dulu

Setelah sistem berjalan lancar (3-6 bulan), baru scale up ke model yang lebih besar.

Pelajari strategi bisnis minyak jelantah untuk setiap model.

Step 3: Siapkan Modal Awal

⏱️ Waktu: 1 minggu
💰 Biaya: Rp 5-15 juta (tergantung skala)

Kabar baiknya, bisnis minyak jelantah **tidak butuh modal besar**. Anda bisa mulai dari skala mikro dan berkembang seiring waktu.

Rincian Modal Skala Kecil (Rekomendasi Pemula):

A. Investasi Peralatan (One-time)

ItemQtyHarga SatuanTotal
Jerigen plastik 30L20Rp 50.000Rp 1.000.000
Drum plastik 200L2Rp 400.000Rp 800.000
Timbangan digital 150kg1Rp 500.000Rp 500.000
Corong plastik besar3Rp 30.000Rp 90.000
Saringan kawat + kain5Rp 35.000Rp 175.000
Gayung & ember5 setRp 25.000Rp 125.000
Gerobak/keranjang angkut1Rp 300.000Rp 300.000
Subtotal Peralatan:Rp 2.990.000

B. Modal Kerja (Operational)

ItemDetailTotal
Modal beli jelantah500L × Rp 5.000Rp 2.500.000
Biaya pickup (bensin)1 bulanRp 400.000
Promosi awalBrosur, banner, stikerRp 300.000
Cadangan operasionalBufferRp 500.000
Subtotal Modal Kerja:Rp 3.700.000

C. Legalitas (Optional di awal)

NIB (Nomor Induk Berusaha)GRATIS (via OSS online)
NPWP PribadiGRATIS
Surat Domisili UsahaRp 50.000 – 100.000
Subtotal Legalitas:Rp 50.000 – 100.000

📊 Total Modal Awal Skala Kecil:

PeralatanRp 2.990.000
Modal KerjaRp 3.700.000
LegalitasRp 100.000
TOTALRp 6.790.000

💡 Dibulatkan: ~Rp 7 juta

Proyeksi ROI (Return on Investment):

Modal awalRp 6.790.000
Profit per bulan (konservatif)Rp 2.000.000
ROI (Balik Modal)3,4 bulan

Pelajari detail lengkap di modal bisnis minyak jelantah.

Step 4: Urus Legalitas Usaha

⏱️ Waktu: 1-4 minggu
💰 Biaya: Rp 0-500.000

Legalitas penting untuk **kredibilitas** dan **keamanan bisnis** jangka panjang. Tapi untuk skala kecil, Anda bisa mulai dulu sambil mengurus izin.

Izin yang Diperlukan:

IzinSkala KecilSkala MenengahKeterangan
NIB (Nomor Induk Berusaha)✅ Wajib✅ WajibGratis via OSS
NPWP✅ Wajib✅ WajibGratis
Surat Domisili Usaha⚠️ Opsional✅ WajibRp 50-100rb
Izin Lingkungan (SPPL)❌ Tidak perlu✅ WajibRp 500rb-2jt
SIUP/TDP❌ Tidak perlu⚠️ OpsionalTerintegrasi NIB

Cara Mengurus NIB (GRATIS & Online):

  1. Buka website OSS: oss.go.id
  2. Registrasi akun: Gunakan NIK dan email aktif
  3. Login dan pilih “Perizinan Berusaha”
  4. Isi data usaha:
    • Nama usaha
    • Alamat usaha
    • Pilih KBLI: 46319 (Perdagangan Besar Bahan Bakar) atau 38210 (Pengolahan Limbah Non-B3)
    • Skala usaha: Mikro/Kecil
  5. Upload dokumen: KTP, NPWP (jika ada), bukti alamat
  6. Submit dan tunggu persetujuan (biasanya 1-3 hari kerja)
  7. Download NIB Anda

💡 Tips Legalitas untuk Pemula:

  • Prioritaskan NIB dulu (gratis dan mudah)
  • NPWP bisa diurus bersamaan atau setelah NIB
  • Izin lingkungan bisa dilakukan setelah volume >2.000 liter/bulan
  • Simpan semua dokumen (fisik + digital)

Panduan lengkap perizinan: legalitas bisnis minyak jelantah.

Step 5: Siapkan Peralatan

⏱️ Waktu: 3-7 hari
💰 Biaya: Rp 2.990.000 (lihat Step 3)

Peralatan bisnis minyak jelantah relatif sederhana. Fokus pada yang **esensial** dulu.

A. Peralatan Wajib (Must Have):

1. Wadah Penyimpanan

  • Jerigen HDPE 30 liter — 20 buah (Rp 50.000/buah)
    • Pilih yang food-grade
    • Warna putih/bening agar bisa lihat isi
    • Ada tutup yang rapat
  • Drum plastik 200 liter — 2 buah (Rp 400.000/buah)
    • Untuk penyimpanan sementara
    • Tutup rapat agar tidak bau
  • Ember 20 liter — 5 buah (Rp 25.000/buah)
    • Untuk transfer & penyaringan

⚠️ PENTING: Jangan gunakan wadah bekas oli, bensin, atau bahan kimia. Kontaminasi akan membuat minyak ditolak!

2. Alat Penyaringan

  • Saringan kawat mesh halus — 3 pcs (Rp 25.000/pcs)
  • Kain saring/kasa — 10 meter (Rp 15.000/meter)
  • Corong plastik besar — 3 pcs (Rp 30.000/pcs)

3. Alat Timbang

  • Timbangan digital kapasitas 150kg — Rp 500.000
    • Wajib digital agar transparan
    • Ada fungsi tare/reset untuk netto
    • Display besar yang mudah dibaca

4. Alat Angkut

  • Gerobak dorong — Rp 300.000
  • Keranjang plastik besar — 3 pcs (Rp 50.000)
  • Optional: Box motor untuk angkut jerigen

B. Peralatan Tambahan (Good to Have):

ItemFungsiHarga
Pompa transfer manualPindah minyak antar drumRp 150.000
Label & stikerTandai tanggal, kualitasRp 100.000
Sarung tangan karetKeselamatan kerjaRp 20.000
Terpal plastikAlas agar tidak tumpahRp 50.000
Buku catatanPencatatan transaksiRp 15.000

C. Kendaraan:

💡 Tips untuk Pemula:

  • Di awal, motor biasa sudah cukup (angkut 2-3 jerigen per trip)
  • Atau sewa pickup harian (Rp 250.000-350.000) saat volume >300L
  • Beli/kredit pickup setelah omzet stabil (bulan ke-4 atau 5)
  • Pickup bekas yang bagus: Rp 60-90 juta

D. Tempat Penyimpanan:

  • Tidak perlu gudang besar di awal
  • Cukup garasi rumah atau teras yang teduh
  • Syarat:
    • Tidak terkena sinar matahari langsung
    • Sirkulasi udara baik
    • Lantai tidak miring (drum tidak tumpah)
  • Luas minimal: 3×3 meter untuk 1.000 liter

📍 Dimana Beli Peralatan?

Jerigen & drumTokopedia, Shopee, toko plastik
TimbanganTokopedia, toko alat ukur
SaringanToko bangunan, hardware
GerobakToko bangunan lokal

Step 6: Bangun Jaringan Supplier (Sumber Minyak Jelantah)

⏱️ Waktu: 2-4 minggu (ongoing)
💰 Biaya: Rp 300.000-500.000 (transportasi + promosi)

Ini adalah tahap **paling krusial**. Supplier yang konsisten = bisnis yang lancar. Tanpa supplier, tidak ada minyak untuk dijual.

Sumber Minyak Jelantah:

SumberVolume/BulanKualitasTingkat Kesulitan
Restoran besar100-500 liter⭐⭐⭐⭐Sedang
Warteg/rumah makan kecil20-80 liter⭐⭐⭐Mudah
Katering50-200 liter⭐⭐⭐⭐Sedang
Hotel100-300 liter⭐⭐⭐⭐⭐Sulit
Pabrik makanan500-5.000 liter⭐⭐⭐⭐⭐Sulit
Rumah tangga3-10 liter⭐⭐⭐Mudah (tapi volume kecil)

Strategi Mendekati Supplier:

Untuk Restoran & Warung:

1. Persiapan Sebelum Datang:

  • Buat brosur sederhana (cetak atau digital)
  • Siapkan jerigen kosong untuk ditinggalkan
  • Pakai baju rapi untuk kesan profesional

2. Pendekatan Pertama:

  • Datang di jam sepi (14:00-16:00), bukan saat ramai
  • Tanya langsung ke pemilik/manager, bukan karyawan
  • Gunakan script pendekatan (lihat dibawah)

3. Value Proposition:

  • ✅ Tidak perlu repot buang minyak bekas
  • ✅ Dapat uang tambahan dari “sampah”
  • ✅ Membantu program lingkungan
  • ✅ Penjemputan gratis ke lokasi mereka
  • ✅ Bayar tunai langsung

Script Pendekatan:

“Selamat siang, Pak/Bu. Perkenalkan, saya [Nama] dari [Nama Usaha]. Kami mengumpulkan minyak goreng bekas untuk didaur ulang menjadi biodiesel, bahan bakar ramah lingkungan.

Apakah Bapak/Ibu biasa membuang minyak jelantah? Kami bisa jemput gratis dan kami bayar Rp [5.000-6.000] per liter secara tunai.

Kami juga sediakan wadah penampungan gratis seperti ini (tunjukkan jerigen). Bapak/Ibu tinggal kumpulkan aja, nanti kami jemput sesuai jadwal.

Bagaimana, Pak/Bu? Tertarik kerja sama?”

Untuk Rumah Tangga:

1. Promosi Massal:

  • Sebar brosur door-to-door (200-300 rumah)
  • Pasang banner di pinggir jalan utama
  • Koordinasi dengan RT/RW untuk sosialisasi
  • Buat grup WhatsApp warga

2. Sistem Pengumpulan:

  • Buat jadwal pickup rutin (misal: setiap Sabtu pagi)
  • Atau buat drop point di rumah Anda
  • Minimal 5 liter untuk dijemput

Tips Menjaga Loyalitas Supplier:

  • Harga kompetitif — Riset harga kompetitor, beri harga sama atau sedikit lebih tinggi
  • Jadwal tetap & tepat waktu — Pickup setiap Senin & Kamis, jangan telat
  • Bayar tunai langsung — Jangan tempo, apalagi nunda-nunda
  • Komunikasi responsif — Balas WA maksimal 1 jam
  • Transparansi timbangan — Selalu tunjukkan angka digital
  • Bonus kadang-kadang — Tiap 6 bulan kasih bonus kecil untuk supplier loyal

Untuk tips lebih detail, baca strategi bisnis minyak jelantah, cara kerjasama dengan restoran, dan cara kerjasama dengan rumah tangga.

Step 7: Tentukan Sistem Pengumpulan

⏱️ Waktu: 1 minggu setup
💰 Biaya: Termasuk biaya operasional

Sistem pengumpulan yang efisien menentukan **profit margin** Anda. Pilih sistem yang sesuai skala dan area operasi.

Model Pengumpulan:

ModelCocok UntukKelebihanKekurangan
Jemput KelilingPemula, area luasJangkauan luas, fleksibelBiaya BBM tinggi, waktu banyak
Drop PointArea padat, komunitasHemat waktu & BBMPerlu lokasi strategis
Jadwal RutinSupplier tetap (restoran)Efisien, volume terprediksiKurang fleksibel
On-DemandRumah tangga, sporadisTidak ada komitmen jadwalVolume tidak terprediksi
HybridSkala menengahMaksimalkan semua sumberPerlu manajemen lebih baik

Rekomendasi untuk Pemula (Model Hybrid):

Kombinasikan 2 model ini:

1. Jadwal Rutin untuk Restoran/Warung

  • Pickup 2x seminggu (misal: Senin & Kamis)
  • Buat rute tetap per hari
  • Volume terprediksi & konsisten

2. Drop Point + On-Demand untuk Rumah Tangga

  • Buka drop point di rumah Anda
  • Warga bisa antar kapan saja
  • Atau jemput on-demand jika volume >10 liter

Cara Membuat Rute Efisien:

  1. Petakan semua supplier
    • Buka Google Maps, tandai lokasi setiap supplier
    • Beri nama/label (Restoran A, Warteg B, dll)
  2. Buat cluster area
    • Kelompokkan supplier berdasarkan kedekatan
    • Misal: Cluster Utara (5 supplier), Cluster Selatan (6 supplier)
  3. Tentukan hari per cluster
    • Senin → Cluster Utara
    • Kamis → Cluster Selatan
  4. Optimalkan urutan
    • Mulai dari titik terjauh, kembali ke depo
    • Atau bentuk rute melingkar
    • Gunakan fitur “Directions” di Google Maps

Contoh Jadwal Pickup Mingguan:

HariAktivitasTarget
SeninPickup Cluster A (5 restoran)100-150 liter
SelasaProses & sortir minyak
RabuFollow-up supplier baru, administrasi2-3 prospek
KamisPickup Cluster B (6 restoran)120-180 liter
JumatProses & sortir minyak
SabtuPickup on-demand + rumah tangga50-100 liter
MingguLibur / Jual ke buyer jika stok penuh

Tools yang Membantu:

  • Google Maps — Petakan lokasi, buat rute
  • WhatsApp Business — Koordinasi dengan supplier, quick reply, label customer
  • Google Sheets/Excel — Tracking stok & jadwal
  • Google Calendar — Reminder jadwal pickup

Step 8: Cari Pembeli (Off-taker)

⏱️ Waktu: 1-2 minggu
💰 Biaya: Rp 0

Anda perlu **tahu ke mana menjual** sebelum mulai mengumpulkan. Pastikan sudah ada pembeli yang siap menampung.

Jenis Pembeli Minyak Jelantah:

Jenis PembeliMin. VolumeHarga/LiterPembayaran
Pengepul besar (konsolidator)100-500 LRp 7.500-8.000Cash / Transfer H+1
Pabrik biodiesel1.000-5.000 LRp 8.000-8.500Transfer, tempo 7-14 hari
Eksportir UCO5.000+ LMengikuti harga globalTempo 14-30 hari
Pabrik oleokimia1.000+ LRp 7.500-8.000Tempo 7-14 hari

Rekomendasi untuk Pemula:

Jual ke Pengepul Besar (Konsolidator)

Alasan:

  • ✅ Minimal volume rendah (100-500 liter)
  • ✅ Pembayaran cash atau H+1
  • ✅ Biasanya mereka yang jemput
  • ✅ Syarat kualitas tidak seketat pabrik
  • ✅ Cocok untuk volume pemula

Setelah volume Anda mencapai 2.000+ liter/bulan, baru pertimbangkan jual langsung ke pabrik untuk harga lebih tinggi.

Cara Mencari Pembeli:

  1. Google Search
    • Cari: “pengepul minyak jelantah [kota Anda]”
    • Cari: “jual minyak jelantah [kota Anda]”
    • Cari: “biodiesel [kota Anda]”
  2. Google Maps
    • Cari: “pengepul minyak jelantah”
    • Lihat review dan rating
  3. Media Sosial
    • Grup Facebook: “Jual Beli Minyak Jelantah”, “Komunitas UCO Indonesia”
    • Instagram: Cari hashtag #minyakjelantah #UCO
  4. Marketplace B2B
    • IndoTrading
    • Alibaba (untuk skala besar)
  5. Referensi
    • Tanya sesama pengepul kecil
    • Gabung komunitas/asosiasi

Yang Harus Ditanyakan ke Calon Pembeli:

  • ☐ Berapa harga beli per liter/kg?
  • ☐ Apakah harga fix atau fluktuatif?
  • ☐ Apa syarat kualitas (FFA, kadar air, warna, bau)?
  • ☐ Berapa volume minimum per transaksi?
  • Sistem pembayaran — tunai, transfer, tempo berapa hari?
  • ☐ Apakah mereka jemput atau Anda yang kirim?
  • ☐ Jika kirim, biaya pengiriman ditanggung siapa?
  • Frekuensi pickup — harian, mingguan, on-call?
  • ☐ Apakah ada kontrak kerjasama?

Contoh Pembeli Terpercaya (Jakarta & Sekitarnya):

CUREAHH — Pengepul Tangan Pertama Jakarta & Sekitarnya

Harga beliRp 7.500-8.000/liter
Minimal volume100 liter
PembayaranCASH langsung
PickupGRATIS
Area layananJabodetabek

📞 WhatsApp: 0812-9565-7833

Lihat daftar lengkap pengepul di berbagai kota:

Step 9: Operasional Harian

⏱️ Waktu: Ongoing (setiap hari)
💰 Biaya: Biaya operasional bulanan

Setelah semua siap, ini adalah **rutinitas harian** yang harus Anda jalankan dengan disiplin.

SOP Alur Kerja Harian:

WaktuAktivitasDetail
07:00-08:00PersiapanCek WhatsApp, konfirmasi jadwal pickup, siapkan jerigen kosong & peralatan
08:00-12:00PickupJemput minyak dari supplier sesuai rute hari itu
12:00-13:00IstirahatMakan siang
13:00-15:00ProsesSaring minyak, timbang, catat, pisahkan per kualitas
15:00-16:00AdministrasiUpdate catatan, input data ke Excel/buku, hitung stok
16:00-17:00Follow-upHubungi prospek baru, konfirmasi jadwal besok, balas chat

SOP Penerimaan Minyak dari Supplier:

  1. Cek visual
    • Lihat warna — kuning keemasan (bagus) atau cokelat kehitaman (kurang bagus)
    • Cium bau — tengik normal (ok) atau busuk/menyengat (tolak)
    • Cek kontaminasi — ada air, kotoran, atau benda asing?
  2. Saring kasar
    • Saring dengan saringan kawat saat masih di lokasi supplier
    • Buang sisa gorengan, kerak, kotoran besar
  3. Timbang
    • Timbang jerigen kosong dulu (tare)
    • Atau gunakan jerigen dengan berat yang sudah diketahui
    • Tunjukkan angka timbangan ke supplier — transparansi!
  4. Bayar
    • Bayar cash langsung sesuai berat × harga
    • Berikan struk/nota sederhana jika diminta
  5. Catat
    • Nama supplier
    • Tanggal
    • Volume (liter)
    • Harga per liter
    • Total bayar
    • Catatan kualitas

SOP Penyaringan & Quality Control:

  1. Saring bertahap
    • Tahap 1: Saringan kawat kasar — buang sisa gorengan besar
    • Tahap 2: Kain saring — buang partikel halus
    • Tahap 3: Endapkan 24-48 jam — air & kotoran turun ke dasar
  2. Dekantasi
    • Tuang perlahan minyak bersih ke wadah baru
    • Sisakan endapan di dasar wadah lama
  3. Pisahkan berdasarkan kualitas
    • Grade A: Kuning keemasan, tidak berbau, bersih
    • Grade B: Cokelat muda, bau ringan
    • Grade C: Cokelat tua, bau kuat
  4. Label
    • Beri label di setiap drum: tanggal, grade, volume

Panduan lengkap: Cara menyaring minyak jelantah dan ciri minyak jelantah berkualitas.

SOP Penyimpanan:

  • ✅ Gunakan drum/jerigen tertutup rapat
  • ✅ Simpan di tempat sejuk, tidak terkena sinar matahari langsung
  • ✅ Lantai rata agar drum tidak miring
  • ✅ Sirkulasi udara baik (tidak lembab)
  • ✅ Terapkan sistem FIFO — yang lama dijual duluan
  • ✅ Maksimal simpan 1-2 bulan

Panduan lengkap: Cara menyimpan minyak jelantah.

Pembukuan Sederhana:

Catat setiap transaksi di buku/Excel. Contoh format:

Buku Pembelian:

TanggalSupplierVolume (L)Harga/LTotal BayarKualitas
01/02/2026RM Padang Jaya355.500192.500Grade A
01/02/2026Warteg Bu Siti155.00075.000Grade B
01/02/2026Ibu Ani (RT 5)84.50036.000Grade B

Buku Penjualan:

TanggalPembeliVolume (L)Harga/LTotal TerimaMetode
07/02/2026CUREAHH4507.5003.375.000Cash

Rekap Bulanan:

Total pembelian520 literRp 2.730.000
Total penjualan500 literRp 3.750.000
Biaya operasionalRp 420.000
Profit bersihRp 600.000

Step 10: Scale Up Bisnis

⏱️ Waktu: Setelah 3-6 bulan operasi stabil

Setelah bisnis berjalan stabil, saatnya **berkembang**. Jangan terburu-buru scale up sebelum fundamental kuat.

Indikator Siap Scale Up:

  • ✅ Volume pengumpulan konsisten minimal 800-1.000 liter/bulan
  • ✅ Supplier tetap lebih dari 15-20 titik
  • ✅ Profit sudah menutup biaya operasional + gaji Anda
  • ✅ Cash flow stabil, tidak pernah minus
  • Demand dari buyer melebihi supply Anda
  • ✅ Anda sudah punya SOP yang jelas dan bisa didelegasikan

Strategi Scale Up:

1. Perluas Area Jangkauan

  • Masuk ke kelurahan/kecamatan baru
  • Tambah 1-2 cluster area setiap 2-3 bulan
  • Target: dari 2 kelurahan → 1 kecamatan → 2-3 kecamatan

2. Rekrut Helper/Driver

  • Rekrut 1 helper part-time untuk operasional lapangan
  • Gaji: Rp 50.000-75.000/hari atau bagi hasil
  • Anda fokus ke strategi, ekspansi, dan manajemen

3. Upgrade Kendaraan

  • Dari motor → pickup
  • Kapasitas angkut naik dari 60L (motor) → 500-800L (pickup)
  • Efisiensi waktu meningkat drastis
  • Pickup bekas layak: Rp 60-90 juta (bisa kredit)

4. Buat Sistem Agen/Mitra

  • Rekrut pengumpul kecil sebagai mitra
  • Mereka kumpulkan di area mereka, Anda konsolidasi
  • Beri margin Rp 500-1.000/liter untuk mereka
  • Volume Anda naik tanpa kerja lapangan langsung

5. Jual Langsung ke Pabrik

  • Setelah volume >2.000 liter/bulan, nego langsung ke pabrik biodiesel
  • Potong pengepul besar = margin lebih tinggi
  • Syarat: volume konsisten, kualitas stabil, legalitas lengkap

6. Diversifikasi (Jangka Panjang)

  • Olah sendiri menjadi biodiesel mentah
  • Jual ke industri langsung (margin lebih tinggi)
  • Butuh investasi mesin & izin tambahan

Roadmap Pertumbuhan:

FaseVolume/BulanSupplierProfitTim
Bulan 1-3300-500 L10-15Rp 0,8-1,5 jutaSendiri
Bulan 4-6700-1.000 L20-30Rp 2-3 jutaSendiri
Bulan 7-121.500-2.500 L40-60Rp 4-7 juta+ 1 helper
Tahun 23.000-5.000 L80-120Rp 8-15 juta+ 1-2 driver
Tahun 3+10.000+ L200+Rp 20-40 jutaTim lengkap

Tips detail untuk mengembangkan bisnis: tips sukses bisnis minyak jelantah.

⏰ Timeline Realistis Memulai Bisnis

Berikut timeline 8 minggu pertama untuk memulai bisnis minyak jelantah dari nol:

MingguFokusAktivitas DetailTarget Output
Minggu 1RisetSurvey lapangan, mapping restoran/warung, wawancara 5-10 pemilik usaha kulinerPeta potensi supply di area
Minggu 2Riset + PerencanaanRiset kompetitor & pembeli, hitung kelayakan, pilih model bisnis, tentukan budgetBusiness plan sederhana
Minggu 3PersiapanBeli peralatan (jerigen, timbangan, saringan), mulai urus NIB via OSSSemua peralatan ready
Minggu 4Pendekatan SupplierKunjungi 20-30 restoran/warung, bagikan brosur, tinggalkan jerigen10-15 supplier tertarik
Minggu 5Cari Pembeli + Lanjut SupplierHubungi 3-5 calon pembeli, nego harga, follow-up supplier yang tertarik1 pembeli confirmed, NIB terbit
Minggu 6Trial PertamaPickup perdana dari 5-8 supplier, proses & simpan minyak50-100 liter terkumpul
Minggu 7OperasionalPickup lanjutan, tambah supplier baru, evaluasi kualitas minyak150-250 liter terkumpul
Minggu 8Penjualan PertamaJual ke pembeli, terima pembayaran, evaluasi profitTransaksi pertama sukses! 🎉

Setelah Minggu 8:

PeriodeFokusTarget
Bulan 2-3Stabilisasi15-20 supplier tetap, 400-600 L/bulan, SOP jelas
Bulan 4-6Optimasi25-35 supplier, 800-1.200 L/bulan, profit konsisten
Bulan 7-12Scale Up50+ supplier, 1.500-2.500 L/bulan, rekrut helper

FAQ – Pertanyaan Umum

Berapa modal minimal untuk memulai bisnis minyak jelantah?

Modal minimal untuk skala kecil sekitar Rp 5-7 juta, sudah termasuk jerigen, timbangan, saringan, modal beli minyak awal, dan biaya operasional 1 bulan. Untuk yang sangat terbatas, bisa mulai dari Rp 3 juta dengan skala mikro (5-10 supplier saja). Rincian lengkap bisa dibaca di modal bisnis minyak jelantah.

Apakah bisnis minyak jelantah bisa dijalankan sambil kerja kantoran?

Bisa! Banyak pemula menjalankan bisnis ini sebagai side hustle. Kuncinya adalah buat jadwal pickup di pagi hari sebelum kerja (06:00-08:00), setelah pulang kerja (17:00-19:00), atau di weekend. Setelah volume meningkat dan profit cukup, baru pertimbangkan full-time.

Berapa keuntungan bisnis minyak jelantah per bulan?

Tergantung volume. Estimasi profit bersih:

  • Skala kecil (500-1.000 L/bulan): Rp 1,5-3 juta
  • Skala menengah (2.000-5.000 L/bulan): Rp 5-15 juta
  • Skala besar (10.000+ L/bulan): Rp 20-40 juta

Margin per liter sekitar Rp 1.500-3.000 setelah dikurangi biaya operasional.

Apakah perlu izin khusus untuk bisnis minyak jelantah?

Untuk skala kecil-menengah, izin yang diperlukan:

  • NIB (Nomor Induk Berusaha) — WAJIB, gratis via OSS online
  • NPWP — WAJIB untuk transaksi dengan buyer besar
  • Izin Lingkungan (SPPL) — Untuk volume >2.000 L/bulan

Minyak jelantah tidak termasuk limbah B3 sehingga tidak perlu izin khusus pengangkutan/pengolahan limbah B3. Selengkapnya di legalitas bisnis minyak jelantah.

Dari mana sumber minyak jelantah terbaik?

Sumber terbaik berdasarkan volume dan konsistensi:

  1. Restoran & rumah makan — 50-200 L/bulan, konsisten
  2. Katering & hotel — 100-500 L/bulan, kualitas bagus
  3. Warteg & warung kecil — 20-50 L/bulan, mudah didekati
  4. Pabrik makanan — 500-5.000 L/bulan, butuh proposal formal
  5. Rumah tangga — 3-10 L/bulan, volume kecil tapi jumlah banyak

Untuk pemula, fokus ke warteg dan restoran kecil karena lebih mudah didekati.

Bagaimana cara menentukan harga beli minyak jelantah dari supplier?

Harga beli dari supplier biasanya Rp 4.000-6.000 per liter tergantung:

  • Kualitas minyak — Semakin bersih dan tidak berbau, semakin mahal
  • Volume — Volume besar bisa nego harga lebih murah
  • Jarak pickup — Semakin jauh, pertimbangkan harga lebih rendah
  • Kompetisi — Jika ada kompetitor, sesuaikan dengan harga mereka

Pastikan margin Anda minimal Rp 1.500/liter setelah dikurangi biaya operasional. Cek harga minyak jelantah terbaru sebagai referensi.

Kemana menjual minyak jelantah yang sudah dikumpulkan?

Opsi pembeli:

  • Pengepul besar/konsolidator — Terbaik untuk pemula, minimal 100L, bayar cash
  • Pabrik biodiesel — Untuk volume besar (1.000L+), harga lebih tinggi
  • Eksportir UCO — Untuk volume sangat besar, harga mengikuti pasar global

Cari pengepul terdekat di area layanan atau hubungi CUREAHH.

Apa tantangan terbesar dalam bisnis minyak jelantah?

Tantangan utama:

  1. Mendapatkan supplier konsisten — Butuh waktu & kepercayaan
  2. Menjaga kualitas minyak — Edukasi supplier tentang penyimpanan
  3. Fluktuasi harga — Harga bisa naik-turun mengikuti pasar
  4. Kompetisi dengan pengepul lain — Diferensiasi lewat service
  5. Cash flow — Butuh modal beli dulu sebelum dapat uang dari jual

Pelajari kendala bisnis minyak jelantah dan solusinya.

Berapa lama waktu balik modal (ROI)?

Dengan operasional yang baik, ROI diperkirakan 3-6 bulan. Contoh perhitungan:

  • Modal awal: Rp 7 juta
  • Profit bulan 1-2: Rp 1 juta/bulan (masa belajar)
  • Profit bulan 3-6: Rp 2 juta/bulan (stabil)
  • Total profit 6 bulan: Rp 10 juta
  • Balik modal: ~4 bulan

Apakah minyak jelantah termasuk limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)?

Tidak. Minyak jelantah (Used Cooking Oil/UCO) tidak termasuk limbah B3 menurut PP No. 22 Tahun 2021. Minyak jelantah dikategorikan sebagai limbah non-B3 yang dapat didaur ulang. Sehingga bisnis pengumpulan minyak jelantah tidak memerlukan izin khusus limbah B3.

Kesimpulan

Memulai bisnis minyak jelantah tidak serumit yang dibayangkan. Dengan modal **Rp 5-7 juta** dan 10 langkah di atas, Anda bisa mulai menghasilkan dalam **1-2 bulan pertama**.

🎯 Rangkuman 10 Step:

  • Step 1: Riset pasar — jangan skip!
  • Step 2: Pilih model bisnis sesuai modal & waktu
  • Step 3: Siapkan modal ~Rp 7 juta untuk skala kecil
  • Step 4: Urus legalitas (minimal NIB — gratis!)
  • Step 5: Beli peralatan esensial
  • Step 6: Bangun jaringan supplier — ini kunci!
  • Step 7: Tentukan sistem pengumpulan efisien
  • Step 8: Amankan pembeli sebelum mulai
  • Step 9: Jalankan operasional dengan disiplin
  • Step 10: Scale up setelah stabil (3-6 bulan)

💡 Kunci Sukses:

  • Mulai kecil, belajar dari lapangan — Jangan langsung besar, pahami bisnis dulu
  • Konsistensi — Pickup rutin, bayar tepat waktu, jaga kualitas
  • Bangun kepercayaan — Dengan supplier dan buyer
  • Transparan — Timbangan digital, struk, komunikasi jelas
  • Sabar — Profit besar butuh waktu, nikmati prosesnya

Yang terpenting: **mulai dulu, sempurnakan sambil jalan**. Jangan menunggu sempurna karena Anda akan belajar banyak dari pengalaman lapangan.

Baca juga panduan utama bisnis minyak jelantah untuk gambaran lengkap industri ini.

🚀 Siap Memulai Bisnis Minyak Jelantah?

Jual Hasil Pengumpulan ke CUREAHH!

💰 Harga: Rp 7.500 – 8.000/liter
🚚 Jemput GRATIS minimal 100 liter
💵 Bayar CASH langsung di tempat
⚖️ Timbangan digital transparan
🤝 Bisa jadi mitra pengumpul

📞 WhatsApp: 0812-9565-7833